Satu lagi yang baru dari google! Yaitu GOOGLE TRANSLATE!!! dari kata-katanya saja kayaknya sudah bisa ditebak dong. Google translate adalah salah satu fitur tambahan dari google untuk menterjemahkan bahasa, yang lebih menggembirakan lagi adalah “bahasa indonesia sudah masuk”.Wah tambah keren aja ya google? Memang harusnya begitu dong biar tambah ngetop dan makin diminati banyak orang tentunya!!!
kalau katanya ZEVERINA, masih ada banyak kekurangan pada google translate dalam terjemahkan kata-kata.
Berikut adalah contoh bagaimana Google Translate menterjemahkan teks bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Secara umum sangat baik.
Technology education is a study of technology, which provides an opportunity for students to learn about the processes and knowledge related to technology.
Teknologi pendidikan adalah studi teknologi, yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar mengenai proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi.
Beberapa "kesalahan" kecil terjadi, misalnya Google menghindari menterjemahkan kata "a" dan "an" dan membiarkannya blank. Contoh diatas adalah dari "a study" yang diterjemahkan hanya sebagai "studi", dan "an opportunity" yang dibiarkan sebagai "kesempatan" saja. Bayangan saya, Google mengambil jalan itu untuk menghindari kesalahan pemilihan kata "se-" dalam bahasa Indonesia yang penggunaannya bermacam-macam seperti suatu, sesuatu, sebuah, dan banyak lagi "se-" yang bisa mennggantikan "a" dan "an". Dari pada salah, biarkan blank saja. Lucu juga kalau "a study" oleh komputer Google kemudian diartikan sebagai setangkup studi misalnya.
Lihat juga satu lagi kelemahan Google dalam menterjemahkan "the processes and knowledge related to technology" menjadi "proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi". Lihat kesalahannya? Cukup fatal. Google gagal mengidentifikasi "process and knowledge" sebagai suatu kesatuan obyek dan malah memecahnya menjadi "pengetahuan dan teknologi". Perbaikannya, komputer penterjemah otomatis Google harus mampu mengindetifikasi berbagai fungsi "dan" agar tidak terpeleset dengan kesalahan seperti ini.
Kemudian contoh satu lagi masih dalam topik yang sama mengenai technology education yang saya ambil dari Wikipedia.
The term "technology education" is frequently shortened to "tech ed".
Istilah "teknologi pendidikan" sering diperpendek menjadi "tech ed".
Tampaknya Google gagal membedakan prinsip DM (diterangkan-menerangkan) dalam bahasa Indonesia versus MD (menerangkan-diterangkan) di bahasa Inggris. Dan dalam kasus diatas dimana "technology education" diterjemahkan menjadi "teknologi pendidikan", hasilnya bisa berbeda jauh dan cukup fatal. Harusnya, dengan memasukkan prinsip DM dalam algoritma penterjemahannya, hasilnya bisa berbeda jauh dan menjadi "pendidikan teknologi" (yang benar).
Read More......
Berikut adalah contoh bagaimana Google Translate menterjemahkan teks bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Secara umum sangat baik.
Technology education is a study of technology, which provides an opportunity for students to learn about the processes and knowledge related to technology.
Teknologi pendidikan adalah studi teknologi, yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar mengenai proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi.
Beberapa "kesalahan" kecil terjadi, misalnya Google menghindari menterjemahkan kata "a" dan "an" dan membiarkannya blank. Contoh diatas adalah dari "a study" yang diterjemahkan hanya sebagai "studi", dan "an opportunity" yang dibiarkan sebagai "kesempatan" saja. Bayangan saya, Google mengambil jalan itu untuk menghindari kesalahan pemilihan kata "se-" dalam bahasa Indonesia yang penggunaannya bermacam-macam seperti suatu, sesuatu, sebuah, dan banyak lagi "se-" yang bisa mennggantikan "a" dan "an". Dari pada salah, biarkan blank saja. Lucu juga kalau "a study" oleh komputer Google kemudian diartikan sebagai setangkup studi misalnya.
Lihat juga satu lagi kelemahan Google dalam menterjemahkan "the processes and knowledge related to technology" menjadi "proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi". Lihat kesalahannya? Cukup fatal. Google gagal mengidentifikasi "process and knowledge" sebagai suatu kesatuan obyek dan malah memecahnya menjadi "pengetahuan dan teknologi". Perbaikannya, komputer penterjemah otomatis Google harus mampu mengindetifikasi berbagai fungsi "dan" agar tidak terpeleset dengan kesalahan seperti ini.
Kemudian contoh satu lagi masih dalam topik yang sama mengenai technology education yang saya ambil dari Wikipedia.
The term "technology education" is frequently shortened to "tech ed".
Istilah "teknologi pendidikan" sering diperpendek menjadi "tech ed".
Tampaknya Google gagal membedakan prinsip DM (diterangkan-menerangkan) dalam bahasa Indonesia versus MD (menerangkan-diterangkan) di bahasa Inggris. Dan dalam kasus diatas dimana "technology education" diterjemahkan menjadi "teknologi pendidikan", hasilnya bisa berbeda jauh dan cukup fatal. Harusnya, dengan memasukkan prinsip DM dalam algoritma penterjemahannya, hasilnya bisa berbeda jauh dan menjadi "pendidikan teknologi" (yang benar).









